Hello world!

“Perempuan Pertama di Dunia?”

(Menilik Simbol Diskursif Sosok Perempuan)

Oleh : Laila Azkia

Siapa perempuan pertama di dunia? Pertanyaan semacam itu telah dijawab dengan berbagai pandangan yang kebenarannya masih disangsikan. Menurut pandangan agama Islam, perempuan pertama adalah Hawa, sosok perempuan yang menurut cerita sengaja di ciptakan Allah karena permintaan Adam. Adam adalah sosok manusia pertama didunia dalam kepercayaan agama Islam, ia hidup mewah disurga. Kemewahan dan keserbaadaan hidup disurga tidak membuatnya betah, ia kesepian dan meminta Allah untuk memberikan pendamping untuk menemaninya. Cerita ini membawa ke pemahaman bahwa perempuan (tergambar dalam sosok Hawa) sesungguhnya diciptakan untuk mengisi ruang kosong dalam hidup laki-laki, mengisi kesepiannya hidup seorang laki-laki. Dalam cerita itu juga disebutkan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Yang menyimbolkan bahwa letak perempuan bukan di belakang laki-laki, bukan pula di depan laki-laki, tetapi disamping laki-laki dan berada dekat dengan letak hati laki-laki.

Sedangkan dalam Mitologi Yunani perempuan pertama didunia bernama Pandora. Di ceritakan bahwa jaman dulu di bumi ini hanya hidup manusia berjenis kelamin laki-laki, laki-laki dijaman tersebut adalah laki-laki yang lemah, tidak punya keberanian dan penakut. Kekurangan laki-laki ini membuat ia berusaha bagaimana caranya agar ia menjadi kuat, sehingga yang ia lakukan adalah mencuri api dari dewa Matahari. Usaha pencurian tersebut diketahui oleh dewa Zeus. Dewa Zeus marah besar pada laki-laki dan laki-laki diberi hukuman berat. Hukuman yang diberi Zeus untuk laki-laki adalah dengan menciptakan sebuah kejahatan, kutukan terburuk, jebakan tak berpengharap, dan mematikan bagi laki-laki yaitu sosok perempuan. Perempuan tersebut bernama Pandora, Pandora adalah gadis cantik seperti dewi. Namun kesalahan Pandora adalah ia membuka sebuah guji kecil yang berisi penderitaan, kesulitan dan kejahatan dunia tersimpan, guji yang hanya membawa harapan-harapan kosong. Mitologi ini menyiratkan atau sedang mencoba menyimbolkan sosok perempuan sebagai pembawa masalah di dunia, perempuan lah yang membuat penderitaan, kesulitan dan kejahatan ada di dunia. Perempuan hanya membawa harapan-harapan palsu, yang bisa menggiurkan laki-laki dan membuatnya lupa daratan.

Ketimpangan gender terjadi bukan hanya karena kuatnya ideologi Patriarkhi. Tapi ada sebuah aspek konstruk lain yang menyuburkan ketimpangan gender, yaitu simbolisasi pada sosok perempuan berdasarkan kodrati dan sejarah perempuan pertama. Secara kodrati perempuan mempunyai sifat Alami (Naturalis), yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Sebuah sifat seperti sifat alam yaitu melakukan proses penerusan keturunan. Sifat kodrati seperti ini sebenarnya adalah sifat yang justru mampu meninggikan kedudukan perempuan, karena hanya perempuan lah yang bisa melakukan hal tersebut.

Namun dari sejarah perempuan pertama dalam mitologi Yunani tersebut, diketahui bahwa telah terjadi ketimpangan dalam bentuk konstruk simbol yang merugikan perempuan. Pencitraan terhadap tubuh dan jiwa perempuan telah membuat konstruk negatif tumbuh subur dalam setiap segi kehidupan seorang perempuan.

Dan apakah konstruk dalam bentuk simbol ini harus menjadi alasan untuk perempuan diam? tidak berkarya? dan dinomor duakan? Kenapa kesempatan era globalisasi untuk melakukan dekonstruksi tidak diambil? Saatnya perempuan menunjukan kemampuannya, bukan berarti ingin menandingi atau mengalahkan laki-laki namun sebagai bentuk eksistensi seorang perempuan untuk dirinya, lingkungannya dan dunianya.

Laila Azkia

Mahasiswa Sosiologi Ub 2005

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.